Selasa, 17 Mei 2011

Wow! Taufiq Kiemas Masuk Nominasi 'The True Wakil Rakyat'

Wow! Taufiq Kiemas Masuk Nominasi 'The True Wakil Rakyat'
Laurencius Simanjuntak - detikNews
Selasa, 17/05/2011 11:05 WIB
Jakarta - Ketua MPR, Taufiq Kiemas menjadi nominator 'The True Wakil Rakyat'. Taufiq atau biasa disapa TK, akan bersaing ketat dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memperebutkan gelar itu.

Nominasi ini merupakan salah satu dari 8 (delapan) kategori yang diperebutkan di Seputar Indonesia Award 2011. Inilah ajang pemberian gelar perdana yang dibuat oleh tayangan berita tersebut.

Di dalam nominasi itu, TK dan JK juga akan bersaing dengan Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Herry Zudianto (Walikota Yogyakarta) serta Joko Widodo (Walikota Solo).

Ada juga nominasi untuk 'Most Controversial News Maker of The Year'. Yang menarik, nominasi ini diperebutkan oleh Ketua DPR Marzuki Alie, mantan vokalis Peter Pan, Nazriel Irham atau Ariel, mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji, Gayus Tambunan dan Nurdin Halid.

Sedangkan untuk nominator 'Most Entertaining News Maker of The Year' akan diperebutkan oleh Briptu Norman, Pong Harjatmo, Gayatri (nasabah Bank Century), dan Ruhut Sitompul.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Presiden AS Barack Obama serta mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan bersaing ketat dalam nominasi Seputar Indonesia News Maker of The Year.

Pantauan detikcom, Selasa (17/5/2011), TK, JK, Marzuki terlihat sudah hadir di Studio RCTI, Kebun Jeruk, Jakarta, tempat dilangsungkannya pemberian gelar ini.


(mok/vta)

Menikah Ideal Usia 20-35 untuk Wanita & 25-40 untuk Pria

 Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mewanti-wanti agar tidak menikah di usia muda. Usia muda artinya, usia yang belum matang secara medis dan psikologinya. Usia menikah ideal untuk perempuan adalah 20-35 tahun dan 25-40 tahun untuk pria.

"Perlu dipertimbangkan medis dan psikologisnya. Untuk perempuan, idealnya menikah di usia 20-35 tahun. Sedangkan untuk laki-laki beda 5 tahun yakni 25-40 tahun," ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (17/5/2011).

Dia menjelaskan, pada umur 20 tahun ke atas, organ reproduksi perempuan sudah siap mengandung dan melahirkan. Sedangkan pada usia 35 tahun mulai terjadi proses regeneratif.

"Secara psikologis umur 20 juga mulai matang, bisa mempertimbangkan secara emosional dan nalar. Sudah tahu menikah itu tujuannya apa, untuk apa. Kalau menikah di usia 12 tahun mana tahu menikah itu bagaimana," sambung Sugiri.

Kebanyakan yang terjadi, tambahnya, menikah dini dikarenakan terjepit masalah ekonomi. Hal ini banyak dijumpai di pedesaan dan daerah tertentu di Indonesia yang masih sangat memegang pemikiran lama, di mana perempuan tidak perlu mendapat pendidikan tinggi karena banyak bergulat di dapur, kasur dan sumur.

"Kalau sudah selesai sekolah (seperti SD atau SMP) banyak yang langsung dinikahkan. Masih ada orangtua yang bangga kalau anaknya menikah usia muda, apalagi jika pasangannya kaya dan terkenal," lanjut Sugiri.

Selain itu, masih ada orangtua yang merasa bangga jika anaknya menikah di usia muda meski harus tidak melanjutkan pendidikan. "Sepertinya ada sebuah kebanggan kalau anaknya 'laku' atau masih muda namun telah dipinang orang," imbuhnya.

Nah, sedangkan perempuan yang menikah di atas 35 tahun dan setelah itu hamil, maka harus lebih hati-hati menjaga kehamilannya. Kala hamil di usia lebih dari 35 tahun maka harus rajin-rajin memeriksakan kehamilan. Di usia itu, kehamilan kurang lebih sama rentannya dengan kehamilan perempuan dengan usia di bawah 20 tahun.


(vta/anw)

Senin, 25 April 2011

Wakil Bupati Sleman Baca Puisi di UIN

Wakil Bupati Sleman Baca Puisi di UIN
Tribun Jogja - Sabtu, 23 April 2011 21:16 
 
WIB
 
 
YOGYA, TRIBUN - Lembaga Mari Membaca Puisi Indonesia (MMPI) menghadirkan Delapan perempuan hebat untuk membacakan puisi dalam rangka memperingati Hari Kartini di gedung Perpustakaan, Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Sabtu (23/04), malam.

Mereka diantaranya, Yuni Setyarahayu Wakil Bupati Sleman, Yani Saptohudoyo, Esti Wijayanti DPRD Provinsi Yogya, Surya Tati Walikota Tanjung Pinang, Abidah el Haliki, Efi Ida Wati, Nur Wahidah Idris.

Mendapatkan giliran ke dua, Yuni Setyarahayu Wakil Bupati Sleman, membacakan puisi berjudul "Ibu" Karya D Zawawi Imron dan puisi karya WS. Rendra.
 
Suara orang nomor dua di Kabupaten Sleman itu, terdengar cukup lembut tapi mengena, Ditambah lagi, tema puisi yang dibacakan berisi soal ketegaran seorang ibu mampu buat suasana gedung makin sunyi.

"Kalo aku merantau lalu datang musim kemarau, Hanya mata air, air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir bila aku merantau,"katanya.

Sementara itu, Aly D musyrifa, Direktur Umum MMPI mengatakan, acara membaca puisi merupakan program reguler yang dilaksanakan setiap bulan pada sabtu malam pada Minggu ketiga. (*)


Editor : iwan